Filosofi Sepak Bola Terpopuler di Dunia

LIGAPEDIA X WORLD CUP QATAR 2022

Strategi bola kali ini akan membahas Filosofi sepakbola terpopuler di dunia, sebagaimana diketahui, tujuan utama dalam permainan sepak bola adalah meraih kemenangan dengan mencetaj gol gawang lawan.

Read More
banner 300x250

Seiring berjalannya waktu, lahirlah berbagai macam jenis filosofi dan strategi dalam permainan sepakbola. Berikut ini tim Strategi Bola akan membahas apa saja filosofi sepak bola yang populer hingga membawa trofi pada tim yang menggunakannya.

1. Total Football

Total Football adalah filosofi bermain sepak bola yang berkembang di Belanda. Filosofi ini menerapkan permainan menyerang yang tidak terlalu mementingkan
posisi masing-masing pemain. Sederhananya, setiap pemain di tim bisa membantu proses penyerangan dan mencari peluang.

Gaya permainan Total Football ini menjadi populer karena sangat eksplosif. Rinus Michels adalah sosok pelatih yang mempopulerkan strategi ini. Ia mampu
mengantarkan Barcelona dan Ajax Amsterdam menjadi juara pada medio 1970-an. Selain Timnas Belanda pun diantarkannya juara Piala Eropa 1988.

Filosofi Total Football tersebut kemudian dilanjutkan oleh Johan Cruyff bersama Barcelona. Akan tetapi, gaya bermain Total Football ini sudah jarang diterapkan
dalam sepak bola modern

2. Tiki Taka

Tiki Taka adalah filosofi bermain sepak bola dengan mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki. Dibutuhkan pemahaman taktik dan kerja sama tim
yang baik untuk bisa menerapkan strategi ini secara sempurna.

Liga Spanyol Rilis Salary Cap Terbaru, Barcelona Jadi Satu-satunya Tim yang Negatif

Josep Guardiola adalah sosok pelatih yang mempopulerkan gaya bermain Tiki Taka ini. Ia bahkan mampu membuat Barcelona menyabet treble winner dengan
gaya permainan tersebut.

Filosofi Tiki Taka juga diterapkan oleh Timnas Spanyol, mengingat penggawa La Furia Roja berasal dari klub Barcelona. Hasilnya pun terbilang gemlang karena
Spanyol mampu menjuarai Piala Eropa 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010.

3. Parkir Bus

Parkir bus adalah nama yang diberikan oleh masyarakat untuk gaya bermain bertahan dengan menumpuk delapan hingga sepuluh pemain di wilayah pertahanan
sendiri dan kotak penalti. Pelatih yang terkenal menggunakan filosofi parkir bus adalah Jose Mourinho.

Berbeda dengan Tiki Taka yang menampilkan permainan indah, parkir bus tidaklah demikian. Karena tim mencetak gol dengan mengandalkan serangan balik.
Meski begitu, strategi ini ternyata mampu menumbangkan hegemoni Tiki Taka.

Pada gelaran Liga Champions 2009-2010, Inter Milan yang dipimpin Mourinho sukses membuat pasukan Barcelona-nya Guardiola frustrasi. Kala itu kedua tim
bertemu di babak semifinal. Hasilnya, Inter menang dengan agregat 3-2. Kala itu Inter bahkan mampu menyabet treble winner.

BACA JUGA : Old Trafford Berencana Dirobohkan, Mengapa ?

4. Gegenpressing 

Gegenpressing merupakan sebuah kata dari bahasa Jerman yang jika diartikan ke bahasa inggris menjadi counterpressing. Taktik ini dipopulerkan oleh Jurgen
Klopp kala membesut Borussia Dortmund dan Liverpool. Namun, sebelumnya Gegenpressing sudah lebih dulu diperkenalkan oleh Ralf Rangnick.

Filosofi Sepak Bola Terpopuler di Dunia, Sukses Berikan Gelar

Arti Gegenpressing yaitu melakukan perlawanan serangan balik ke lawan dengan merebut bola yang sedang berada di wilayah lawan. Dengan kata lain, para
pemain dituntut melakukan pressing tinggi guna merebut bola secepat mungkin kala masih berada di wilayah pertahanan lawan.

Dibutuhkan pemain dengan kecepatan, fisik kuat, dan stamina yang bagus untuk memaksimalkan penerapan filosofi ini. Hal itu terasa sempurna di Liverpool
karena punya winger cepat seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane serta sosok gelandang petarung layaknya Jordan Henderson. Hasilnya, Liverpool pun mampu
menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris.

 

Related posts